Intelijen Media Analisis - Bengkulu

Di Tengah Ancaman Krisis Stok Darah, Astra Motor Bengkulu Targetkan 56 Kantong di HUT ke-56

pedomanbengkulu.com (rss.xml) 15 Juli 2026 1 sumber
PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Persoalan ketersediaan darah di Bengkulu belum sepenuhnya teratasi. Dalam berbagai momentum, stok darah di sejumlah fasilitas kesehatan kerap berada di level terbatas, bahkan rawan defisit ketika permintaan meningkat. Di tengah kondisi tersebut, Astra Motor Bengkulu memanfaatkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 sebagai langkah konkret melalui kegiatan donor darah yang digelar di Astra Motor Padang Jati, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan serentak nasional bersama 12 main dealer Astra Motor di seluruh Indonesia dengan target 560 kantong darah. Sementara di Bengkulu, ditargetkan terkumpul 56 kantong darah—angka yang bukan sekadar simbolis, tetapi juga menjadi kontribusi nyata di tengah kebutuhan yang terus ada. Krisis stok darah sendiri bukan persoalan baru. Ketergantungan pada donor sukarela yang belum konsisten, rendahnya kebiasaan donor rutin, hingga lonjakan kebutuhan mendadak di rumah sakit membuat ketersediaan darah kerap tidak stabil. Kepala Wilayah Astra Motor Bengkulu, Henry Setiawan melalui Kepala Bagian Admin dan Finance, Ricco Roviandy, menegaskan bahwa kondisi ini membutuhkan keterlibatan lebih luas dari berbagai pihak. “Kebutuhan darah ini tidak bisa ditunda. Ketika stok terbatas, dampaknya langsung ke pasien. Karena itu kami merasa perlu hadir dan ikut berkontribusi,” ujar Ricco. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan karyawan, konsumen, hingga masyarakat umum ini menjadi upaya untuk mendorong partisipasi publik yang selama ini masih menjadi tantangan utama. Pelaksanaan kegiatan juga menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu guna memastikan proses donor berjalan sesuai standar medis dan tepat sasaran. Namun, Ricco mengingatkan bahwa kegiatan semacam ini tidak akan cukup jika hanya dilakukan secara insidental. “Kalau hanya mengandalkan momentum, stok darah akan terus naik turun. Yang dibutuhkan adalah kesadaran bersama untuk donor secara rutin,” tegasnya. Di sisi lain, suara dari masyarakat juga menguatkan fakta tersebut. Johnny, salah satu konsumen sepeda motor Honda yang ikut menjadi pendonor, menilai persoalan stok darah masih sangat terasa di lapangan. “Menurut saya, stok darah memang sering kurang. Kita baru sadar pentingnya donor biasanya saat ada keluarga atau kerabat yang butuh. Kegiatan seperti ini sangat membantu, tapi memang harus lebih sering dilakukan,” ujar Johnny. Ia juga menyoroti masih minimnya akses dan informasi bagi masyarakat yang ingin donor darah secara rutin. “Kadang sebenarnya banyak yang mau donor, tapi tidak tahu jadwal atau tempatnya. Jadi kegiatan seperti ini penting untuk membuka kesempatan itu,” tambahnya. Pernyataan tersebut mencerminkan bahwa persoalan stok darah tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga soal akses dan kesadaran publik yang belum merata. Melalui kegiatan ini, Astra Motor Bengkulu mencoba mengambil peran di tengah persoalan tersebut. Meski kontribusi puluhan kantong darah belum cukup untuk menjawab kebutuhan jangka panjang, langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian kolektif. Ke depan, dorongan terhadap edukasi donor darah serta pembiasaan donor rutin dinilai menjadi kunci untuk mengurangi risiko krisis yang terus berulang. “Harapannya, ini bisa menjadi pemicu agar semakin banyak pihak ikut bergerak. Karena satu kantong darah bisa menyelamatkan nyawa,” tutup Ricco. Sebagai bentuk apresiasi, Astra Motor Bengkulu memberikan souvenir kepada para pendonor. Namun lebih dari itu, pesan yang ingin disampaikan jauh lebih besar: krisis stok darah adalah nyata, dan membutuhkan aksi bersama untuk mengatasinya.
Baca selengkapnya Kembali ke berita hari ini