Intelijen Media Analisis - Bengkulu
Festival & Budaya

Ingatkan Pedagang di Kawasan Mess Pemda, Dedy: Kalau Idak Ramah, Harga Mahal, Orang Jero Kesiko

pedomanbengkulu.com (rss.xml) 10 Juli 2026 1 sumber
PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Kawasan Mess Pemda Bengkulu bersiap menyongsong wajah baru. Lokasi strategis ini direncanakan akan disulap menjadi kompleks Perkantoran Walikota Bengkulu yang baru. Guna memastikan kesiapan lokasi, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi meninjau langsung kawasan tersebut. Dalam peninjauan ini, Walikota didampingi oleh Komandan Korem (Danrem) 041/Garuda Emas (Gamas) Bengkulu Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, S.E., M.Han., Kapolda Bengkulu Irjen Pol.   Yudhi Sulistianto Wahid, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi dan Kota Bengkulu sembari meninjau kebersihan. Di sela-sela peninjauan, rombongan menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pedagang yang sehari-hari mencari nafkah di kawasan tersebut. Dalam obrolan santai, Dedy Wahyudi meminta seluruh pedagang untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan tempat berjualan. Ia juga mengingatkan agar pedagang tidak memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga makanan secara tidak wajar bagi wisatawan luar daerah. “Jangan pulo nengok plat BG masuk langsung mahal, jangan iyo bu," ujar Dedy dengan logat lokal yang akrab, mengingatkan agar pedagang tidak 'mengetok' harga saat melihat wisatawan asal Sumatera Selatan atau daerah lain berkunjung. Dedy menegaskan, ramah tamah dan transparansi harga adalah kunci utama menjaga nama baik daerah. Jika pelayanan buruk dan harga terlampau mahal, maka citra Kota Bengkulu yang akan dipertaruhkan. "Yang rusak nama kota, bukan namo ibu. Kalau ibu idak ramah, hargo mahal, orang jero (kapok) kesiko,” tambahnya. Meski kawasan tersebut akan dibangun menjadi pusat pemerintahan kota, Pemkot Bengkulu memastikan tidak akan menggusur para pedagang. Sebaliknya, saat pembangunan fisik kantor Walikota dimulai, lapak- lapak pedagang justru akan ditata ulang agar menjadi lebih rapi, bersih, dan representatif. Langkah ini diambil agar kegiatan ekonomi masyarakat tetap berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur kota. Namun, pemerintah meminta komitmen penuh dari para pedagang untuk mematuhi aturan demi kebaikan bersama. "Iko (ini) akan kito tata, kito pengen ibu tetap biso berjualan disiko, ibu sejahtera. Tapi harus nurut," pungkas Dedy.
Baca selengkapnya Kembali ke berita hari ini