Intelijen Media Analisis - Bengkulu
Festival & Budaya

Di Tanah Kelahiran, Perjalanan Terakhir Seorang Ibu yang Menginspirasi Generasi Pengabdi Bangsa

pedomanbengkulu.com (rss.xml) 9 Juli 2026 1 sumber
PedomanBengkulu.com, Lebong — Senja mulai turun ketika langkah-langkah pelayat mengiringi perjalanan terakhir almarhumah Nurhayati binti Jamaludin menuju tempat peristirahatan abadinya di Desa Taba Anyar, Kabupaten Lebong, Selasa petang. Tepat pukul 17.10 WIB, tanah kampung halaman menjadi saksi bagaimana seorang ibu yang sepanjang hidupnya dikenal sederhana, religius, dan penuh kasih, kembali ke pangkuan Sang Pencipta. Almarhumah merupakan ibunda dari anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) sekaligus anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan Bengkulu, Hj Leni Haryati John Latief. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat. Setelah jenazah dimakamkan, keluarga dan masyarakat tidak langsung beranjak. Waktu Magrib disambut dengan salat berjamaah, dilanjutkan pembacaan Surah Yasin dan doa bersama. Usai Salat Isya, seluruh rangkaian ditutup dengan makan malam bersama, yang oleh keluarga dimaknai sebagai hadiah terakhir dari almarhumah kepada siapa saja yang telah melaksanakan fardu kifayah dan mengantarkannya menuju keabadian. Nurhayati binti Jamaludin mengembuskan napas terakhir pada Selasa, 7 Juli 2026, pukul 21.17 WIB di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga besar, tetapi juga bagi banyak orang yang mengenalnya sebagai sosok ibu yang hangat dan selalu menghadirkan ketenangan. Bagi orang-orang terdekatnya, almarhumah bukanlah sosok yang dikenal karena jabatan atau kemewahan. Ia dikenang karena kelembutan hatinya. Senyumnya mudah merekah, tutur katanya menenangkan, dan rumahnya selalu terbuka bagi siapa saja. Ada satu kebiasaan yang masih melekat dalam ingatan banyak orang: setiap ada tamu atau siapa pun yang berada di dekatnya, ia hampir selalu menawarkan makanan. Baginya, menjamu orang lain bukan sekadar tradisi, melainkan cara sederhana untuk berbagi kasih sayang. Di usia senjanya, almarhumah tetap menjaga kedekatan dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Meski fisiknya tak lagi muda, ia masih rutin menjalankan puasa sunah Senin dan Kamis, puasa Ayyamul Bidh, menjaga salat, serta mengisi hari-harinya dengan mendengarkan tausiyah Ustaz Abdul Somad. Kesederhanaan dalam beribadah itulah yang kemudian menjadi teladan bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Dari rahim dan didikan seorang ibu bernama Nurhayati lahir sosok perempuan yang kini mengemban amanah sebagai wakil rakyat di tingkat nasional, Hj Leni Haryati John Latief. Nilai-nilai kehidupan yang diwariskan sang ibu turut menjadi fondasi perjalanan pengabdiannya. Warisan itu bahkan terus mengalir kepada generasi berikutnya. Dari Hj Leni Haryati John Latief lahir Hj Riri Damayanti John Latief, yang mencatat sejarah sebagai senator termuda saat pertama kali terpilih dan dilantik menjadi anggota DPD RI pada usia 24 tahun untuk periode 2014–2019. Amanah tersebut kemudian kembali dipercayakan masyarakat Bengkulu hingga dua periode berturut-turut. Di balik kiprah para perempuan yang mengabdikan diri untuk bangsa, terdapat sosok ibu yang mungkin jarang berada di depan sorotan, tetapi justru menjadi cahaya di balik perjalanan mereka. Sosok yang mengajarkan ketulusan, kesabaran, keikhlasan, dan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah. Kepergian Nurhayati binti Jamaludin menjadi pengingat bahwa warisan terbesar seseorang bukanlah harta ataupun kedudukan, melainkan nilai-nilai kehidupan yang ditanamkan kepada anak-anaknya dan manfaat yang terus mengalir kepada sesama. Ketika seseorang dikenang karena akhlaknya, doa-doa yang dipanjatkan untuknya akan terus hidup, bahkan setelah jasadnya kembali menjadi tanah. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala mengampuni segala dosa almarhumah, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, menempatkannya di sisi terbaik bersama orang-orang yang beriman, serta memberikan ketabahan dan keikhlasan kepada keluarga yang ditinggalkan. Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin.
Baca selengkapnya Kembali ke berita hari ini